pemantau:

Sunday, December 11, 2011

tetap pasti.

sedangkan lagi lidah tergigit,
masakan kita tidak begitu?

tapi,
segala kata,
segala luahan,
segala curahan,

sama seperti dulu,
jiwa dan hati ini tetap utuh begitu,

ketawa menangis,
jatuh bangun.
senyum masam,
merajuk menangis,

tetap takkan berubah,
tetap takkan berganjak,

walau sedikit pun,
walau sebesar biji sawi sekalipun,

ini bukan luahan penat,
tapi untuk meyakinkan lagi,

yang rasa ini,
takkan hilang,
jikalau pun aku dilahirkan sekali lagi.

No comments:

Post a Comment